Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts


Penambahan pasien positif terkena virus corona hari ini meningkat drastis. menurut sumber data dari kementrian kesehatan Republik Indonesia hari ini pasien positif covid-19 bertambah 568 orang. Dari penambahan tersebut total keseluruhan yang terjangkit virus corona di Indonesia menjadi 16.006 orang. yang sebelumnya hanya 15438 orang.
Read More
Posko Covid 19 desa Muara Lematang
2 Bulan sudah virus covid-19 atau corona berada di Indonesia sampai saat ini (13 Mei 2020)  penderita yang terpapar covid-19 sebanyak 15.438 jiwa. dan 1.028 jiwa meninggal dunia. sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.287 jiwa. sampai saat ini DKI Jakarta merupakan daerah yang paling banyak di Indonesia terpapar virus dari wuhan ini yaitu sebanyak 5.554 jiwa.
Read More
RS Pratama kecamatan Lubai disaat pembangunan beberapa waktu lalu

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Untuk mewujudkan Muaraenim Sehat, Pemkab Muaraenim bangun tiga buah Rumah Sakit Pratama type D di tiga Kecamatan yakni Lubai Ulu, Gelumbang dan Semende.

Read More


Untuk menghimpun kembali organisasi keperawatan di zona 3 kabupaten Muara Enim, pada hari sabtu (21 Mei 2016) perawat-perawat yang berada di puskesmas se-zona 3 mengadakan pembentukan struktur kepengurusan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di wilayah zona 3 kabupaten Muara Enim.
Read More


Pelaksanaan layanan kesehatan PGN bekerja sama dengan Rumah Zakat melakukan pelayanan kesehatan bersama mobil sehat PGN. kali ini desa Muara Lematang kecamatan Sungai Rotan mendapatkan kesempatan tersebut.
Read More

MUARA ENIM-Dinas kesehatan (Dinkes) Muara Enim menargetkan setiap kecamatan akan memiliki puskesmas. Saat ini masih ada satu kecamatan yang belum dibangun puskesmas, yakni kecamatan Belida Darat.
Read More


Disaat Banjir kita harus menjaga kesehatan keluarga dengan ekstra. Banjir yang mencapai berminggu-minggu bahkan sampai berbulan bisa mendatangkan beberapa penyakt yang berbahaya.
Read More


Puskesmas di Muara Enim diharapkan menerapkan sistem Manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). "Dengan menerapkan BLUD, puskesmas bisa mengelola keuangan sendiri,"ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muara Enim, dr Yan Riyadi Mars.
Read More

Di saat musim hujan ini kita harus menjaga lingkungan sekitar kita. tentunya setelah turunnya hujan akan terdapat genangan-genangan air di beberapa tempat.
Read More


Dinas Kesehatan kabupaten Muara Enim mendata bahwadari tahun 2009 hingaa 2014 sudah 15 orang yang menjadi korban dari HIV/AIDS.
Data terakhir atau hingga september tahun 2014 lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Muara Enim bertambah menjadi 26 orang. tahun ini kembali bertambah sebanyak 6 orang. hingga total penderita sebanyak 32 orang.

Read More


Alhamdulillah bulan pembagian obat kaki gajah gratis telah dilakukan di desa Muara Lematang kecamatan Sungai Rotan. Petugas Pustu Muara Lematang bekerjasama dengan bidan desa serta 2 kader kesehatan Muara Lematang membagikan pada bulan oktober kemarin secara serentak.
Read More

1000 Masker Melawan Asap
Kali ini aksi solidaritas peduli asap dilakukan GEMPAL di Kelurahan Gelumbang Kab. Muara Enim. GEMPAL (Gelumbang Pencinta Alam) merupakan sekelompok pemuda pencinta alam yang ada di kecamatan Gelumbang. Pada aksi ini mereka membagikan 1000 masker kepada masyarakat hari sabtu dan minggu kemarin. Sebanyak 20 anggota gempal turun ke jalan untuk membagikan masker kepada seluruh pengguna jalan yang ada kelurahan Gelumbang. Selain itu beberapa relawan juga ikut bagian melakukan pembagian masker tersebut.
Read More




       Gambaran Puskesmas Pembantu Desa Muara Lematang

1.      Asal mula Puskesmas Pembantu Muara Lematang
Puskesmas Pembantu Muara Lematang di wilayah kerja Puskesmas Sukarami kecamatan Sungai Rotan kabupaten Muara Enim. Berdiri sejak Tahun 1984 pada zaman pemerintahan desa Kerie Baharudin dan bupati H.M Sai Sohar. Wilayah kerja Pustu Muara Lematang mencakup desa Tanding Marga dan Muara Lematang itu sendiri. Pada masa itu sebagai pimpinan pustu adalah bapak ismail yang berakhir masa tugasnya karena pensiun.
Read More


Kemarau yang panjang, dan pembakaran hutan sengaja maupun tidak disengaja di beberapa daerah di sumatera selatan membuat kabut asap di daerah gelumbang dan sekitarnya. hal ini terasa di pagi hari maupun malam hari. apalagi di saat malam hari bernafas terasa sesak dan asap terasa masuk ke dalam rumah, selain itu juga membuat mata terasa perih dan merah.

Kabut asap parah seperti ini baru terjadi satu minggu ini, suasana kota tampak sepi dari biasanya, karena beberapa warga mengurangi aktifitas di luar karena kabut asap saat malam hari.



Untuk melakukan aktifitas di luar rumah, hendaklah menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung yang lain, hal ini untuk mengurangi resiko terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut.terutama pada anak-anak sangat rentan terkena batuk dan flu. selain itu perbanyaklah minum air putih guna meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terkena dehidrasi dan memakanlah makanan yang bergizi.
PALEMBANG - Kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, makin pekat pada malam hari ini. Jarak pandang hanya 50 meter

Dari pantauan KORAN SINDO PALEMBANG, Rabu (9/9/2015) pukul 20.30 WIB, kabut asap tebal menyelimuti Kota Palembang. Pengendara pun terlihat menyalakan lampu kabut kendaraannya dan banyak juga yang mengurangi kecepatan.

Suasana kota pun tampak lebih sepi dari biasanya lantaran banyak warga yang mengurangi aktivitas di luar rumah. Apalagi, jarak pandang hanya 50 meter.

Reni (30), seorang pengendara motor yang juga warga Jalan Kol H Burlian Kecamatan Sukarame, mengatakan, dirinya baru hendak pulang dari kantor. Asap tebal membuat matanya perih. Dia pun sulit bernapas.

"Saya berhenti sejenak, mata saya perih karena asap tebal. Kalau bernapas juga tidak enak, terasa sesak, jarak pandang juga kabur karena asap," ujarnya.



source: http://daerah.sindonews.com/read/1042706/190/malam-hari-kabut-asap-di-palembang-makin-pekat-1441811502

PALEMBANG - Kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, makin pekat pada malam hari ini. Jarak pandang hanya 50 meter

Dari pantauan KORAN SINDO PALEMBANG, Rabu (9/9/2015) pukul 20.30 WIB, kabut asap tebal menyelimuti Kota Palembang. Pengendara pun terlihat menyalakan lampu kabut kendaraannya dan banyak juga yang mengurangi kecepatan.

Suasana kota pun tampak lebih sepi dari biasanya lantaran banyak warga yang mengurangi aktivitas di luar rumah. Apalagi, jarak pandang hanya 50 meter.

Reni (30), seorang pengendara motor yang juga warga Jalan Kol H Burlian Kecamatan Sukarame, mengatakan, dirinya baru hendak pulang dari kantor. Asap tebal membuat matanya perih. Dia pun sulit bernapas.

"Saya berhenti sejenak, mata saya perih karena asap tebal. Kalau bernapas juga tidak enak, terasa sesak, jarak pandang juga kabur karena asap," ujarnya.



source: http://daerah.sindonews.com/read/1042706/190/malam-hari-kabut-asap-di-palembang-makin-pekat-1441811502
PALEMBANG - Kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, makin pekat pada malam hari ini. Jarak pandang hanya 50 meter

Dari pantauan KORAN SINDO PALEMBANG, Rabu (9/9/2015) pukul 20.30 WIB, kabut asap tebal menyelimuti Kota Palembang. Pengendara pun terlihat menyalakan lampu kabut kendaraannya dan banyak juga yang mengurangi kecepatan.

Suasana kota pun tampak lebih sepi dari biasanya lantaran banyak warga yang mengurangi aktivitas di luar rumah. Apalagi, jarak pandang hanya 50 meter.

Reni (30), seorang pengendara motor yang juga warga Jalan Kol H Burlian Kecamatan Sukarame, mengatakan, dirinya baru hendak pulang dari kantor. Asap tebal membuat matanya perih. Dia pun sulit bernapas.

"Saya berhenti sejenak, mata saya perih karena asap tebal. Kalau bernapas juga tidak enak, terasa sesak, jarak pandang juga kabur karena asap," ujarnya.



source: http://daerah.sindonews.com/read/1042706/190/malam-hari-kabut-asap-di-palembang-makin-pekat-1441811502
Read More
Previous PostOlder Posts Home